macam-macam cake dasar :

1. Sponge Tipe Cake

Bahannya terdiri dari telur, gula, & tepung, atau ditambah margarin yg dicairkan. Prosedur pembuatannya, telur dikocok dengan gula hingga mengembang. kemudian tepung terigu diaduk dengan adonan, baru setelah itu
ditambahkan margarin cair. Kepada resep ini pemakaian margarin tak jumlahnya butter tipe cake.

2. Butter Kategori Cake

Bahannya kira kira sama dgn sponge cake, tapi trick pembuatannya tidak sama. Mentega dikocok dgn gula hingga gula hancur dulu ditambahkan 50 prosen telur yg dipakai. Masuknya telur mesti satu dahulu. Sesudah rata, baru tambahkan telur lainnya. Demikian kemudian. Sisa telur mampu dimasukkan bergantian tepung terigu. Pengocokan tak boleh dilakukan terlampaui lama supaya tepung tak elastis (mengaret) seperti roti & cake tak tidak sedikit remahnya.

3. Kombinasi antara Sponge Cake & Butter Tipe Cake Margarin dikocok sampai gula hancur, tapi tak dikocok dengan telur. Telur dikocok lagi dengan sebahagian gula dengan cara terpisah. Tepung setelah itu sanggup dimasukkan ke dalam kocokan margarin dulu dicampur bersama telur yg telah mengembang. Atau tepung masuk ke dalam telur. Sesudah rata, baru dimasukkan kocokan mentega.

4. Chiffon Cake

Bahannya serta masihlah standar tepat bahan cake terhadap rata rata. Tapi prosedurnya biar unik. Kuning telur diaduk bersama bahan-bahan yang lain. Sementara si putih telur dikcok kaku dgn sedikit gula pasir. Baru setelah itu keduanya digabungkan. Pengerjaan kue ini tak memakai margarin, namun minyak sayur.

FUNGSI TIAP BAHAN CAKE

Kenapa kita butuh mengetahui fungsi tiap bahan? Tujuannya tidak lain, kalau kue kita tidak berhasil, kita dapat menganalisis sendiri, penyebabnya.

1. TELUR

Fungsinya membangun kerangka cake,berikan warna terhadap cake, berikan nilai gizi, & melembapkan kue.

2. GULA PASIR

Fungsinya berikan rasa manis, berikan warna terhadap kulit kue, mempermudah mengempukkan kue, melembapkan kue, & melemaskan adonan. Type gula yg diperlukan sanggup macam-macam. Gula pasir oke, gula halus mampu, gula merah yg disisir pun boleh, atau gula palem. Tapi utk kategori kue type butter tipe, sebaiknya dipilih gula yg halus.

3. TEPUNG TERIGU

Sebetulnya bukan hanya tepung terigu yg oke dibuat cake, tepung ketan, tepung beras, hingga tepung singkong juga sah-sah saja dijadikan cake. Namun rata-rata memang lah cake dibuat dari tepung terigu. Tepung yg dipakai yakni tepung yg proteinnya berkadar 7 – 8,5 prosen (contohnya cap Segitiga). Fungsi tepung utk membangun kerangka kue, mengikat bahan lain, & mendapati tekstur kue yg baik.

4. LEMAK

Lemak yg dipakai buat cake yaitu mentega, margarin, atau minyak. Kenapa tak difungsikan shortening (mentega putih)? Dikarenakan shortening tak mengandung air seperti margarin sampai menciptakan kue kurang lembap. Namun, toh, jika Kamu terus mau menggunakan shortening, pakai shortening yg mengandung emulsifier (pengemulsi). Lantaran emulsifier bisa menopang mengikat air sampai tak berjalan penguapan. Fungsi lemak utk menjaga kue biar tahan lama, menambah nilai gizi, berikan aroma kepada cake, & menciptakan cake terasa empuk. Pasti pun memunculkan rasa enak.

5. EMULSIFIER

Emulsifier dikenal bersama merk TBM, SP, atau Ovalet. Fungsinya tidak cuma mempermudah mengembangkan kue, pula mengemulsi bahan-bahan supaya tercampur baik sampai mampu mengembang sempurna. Keuntungan memakai bahan ini yakni lebih ekonomis (bahan telur sanggup dikurangi), adonan terus stabil biarpun lama belum sanggup dimasukkan dalam oven, & pengocokan dapat dilakukan dalam dikala singkat (serentak pengembang). Pemakaian emulsifier pun menciptakan cake lebih halus. Kerugiannya, kue kurang enak disantap, terutama seandainya pemakaian emulsifier terlampaui tidak sedikit.

Ada 3 step yg dilalui dalam pengocokan putih telur yaitu :

1. Step berbusa

telurnya berbusa & sejak mulai naik, adonan sejak mulai mudah.

2. Step Puncak tumpul (soft peak) adonan relatif kaku, menempa puncak-puncak adonan yg wujudnya membukit-bukit, alias tumpul. Warnya mengkilat (shiny), tampak lembut seperti krim kocok. Kalo mikser dimatikan, seterusnya kocokan diangkat, adonan yg menempel di kocokan bakal ikut terangkat ke atas, selanjutnya jatuh lagi ke mangkuk.

3. Step Puncak runcing (hard peak)

adonan amat kaku, menempa puncak-puncak adonan yg wujudnya runcing-runcing. Warna tak mengkilat lagi, adonan nampak kaku (keras) & kering. Bila mikser dimatikan, setelah itu kocokan diangkat, adonan yg terangkat tak jatuh lagi ke mangkuk, namun masihlah menunjuk ke atas. Di step ini adonan gampang mencair (terpisah), antara air di bidang bawah & busa di sektor atas. Jika elemen ini berlangsung, cairan di bidang bawah jangan sampai ikut dimasukkan ke dalam adonan sebab bakal menyebabkan kue bantet.

Mengocok Putih telur

1. Wadah & peralatan buat mengocok mesti bersih & kering, bebas dari minyak, air & residu lain. Sedikit saja minyak tercampur dalam telur, adonan bakal susah naik.

2. Putih telur mesti bersih dari kuning telur sama sekali. Setetes saja kuning telur bakal menciptakan putih telur susah kaku.

3. Tambahan cream of tar-tar mampu menopang kestabilan putih telur. Bahan ini sanggup dihilangkan.

4. kiat yg paling serasi mengocok putih telur, yakni bersama kecepatan paling rendah, memang lah dirinya dapat lama jadi kaku, namun beliau bakal lebih stabil, & diwaktu putih telur sejak mulai berbusa tambahkan gula sedikit demi sedikit, kocok konsisten hingga putih telur menempa kuncup2, tapi diwaktu mixer diangkat beliau tak tersisa di kocokan mixer.Akhirnya, putih telur terasa kental & lembut (tak terlampaui kaku). Dirinya dapat enteng ketika dicampur dgn adonan kuning telur, atau adonan keju & campuran dapat stabil & homogen. Akhirnya kue dapat lebih elegan, teksturnya juga dapat lebih rata.

5. Kalau bakal melanjutkan bahan lain : contohnya sbb : Putih telur dikocok hingga kaku banget, konsisten tambahkan campuran gula+garam+vanili, kocok kembali hingga kental, seterusnya tambahkan emulsifier dikit aja, sesendok teh, sambil tetap kocok hingga kental. Putih telurnya lebih lembut & lebih enteng ditangani.

Advertisements