BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Remaja
  2. Pegertian Remaja

Istilah adolescence atau remaja berasal dari kata Latin adolescere (kata bendanya, adolescentia yang berarti remaja) yang berarti “tumbuh” atau “tumbuh menjadi dewasa”. Istilah adolescence, seperti yang dipergunakan saat ini, mempunyai arti yang lebih luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik.

harga VGA MSI termurah

Menurut Hurlock (1980) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2007) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek. harga VGA MSI termurah

  1. Karakteristik Perkembangan Fisik Remaja

Masa remaja merupakan salah satu di antara dua masa rentangan kehidupan individu, dimana terpertumbuhan fisik yang sangat pesat. Pada masa remaja proporsional bagian-bagian tubuhnya menjadi terlalu besar, karena terlebih dahulu mencapai kematangan daripada bagian-bagian yang lain. Hal ini terutama tampak jelas pada hidung, kaki dan tangan. Pada masa remaja akhir proposi tubuh individu mencapai proporsi tubuh orang dewasa dalam semua bagiannya. Dalam perkembangan seksualitas remaja ditandai dengan dua ciri, yaitu ciri-ciri seks primer dan ciri-ciri seks sekunder. http://autoracingmania.blogspot.com/

  1. Ciri-ciri seks primer

Pada masa remaja pria ditandai dengan sangat cepatnya pertumbuhan testis yaitu pada tahun pertama dan kedua, kemudian tumbuh secara lebih lamabat, dan mencapai ukuran matangnya pada usia 20 atau 21 tahun. Setelah testis mulai tumbuh, penis mulai bertambah panjang, pembuluh mani dan kelenjar prostat semakin membesar. Matangnya organ-oragan seks tersebut, memungkinkan remaja pria (sekitar usia 14-15 tahun) mengalami mimpi basah (mimpi berhubungan seksual. http://autoracingmania.blogspot.com/

Pada remaja wanita kematangan organ-oragan seksnya ditandai dengan tumbuhnya rahim, vagina, dan ovarium (indung telur) secara cepat. Ovarium menghasilkan ova(telur) dan mengluarkan hormone-hormon yang diperlukan untuk kehamiilan, menstruasi dan perkembangan seks sekunder. Pada masa inilah (sekitar umur 11-15 tahun) untuk pertama kalinya remaja wanita mengalami “menarche” (menstruasi pertama). Peristiwa menarche ini diikuti oleh menstruasi yang terjadi dalam interval yang tidak beraturan. Menstruasi awal sering disertai dengan sakit kepala, sakit punggung, dan kadang-kadang kejang, serta merasa lelah, depresi dan mudah tersinggung. http://autoracingmania.blogspot.com/

  1. Ciri-ciri Seks Sekunder

Ciri-ciri atau karakteristik seks sekunder pada masa remaja, baik pria maupun wanita adalah sebagai berikut. http://autoracingmania.blogspot.com/

 

Wanita Pria
1.     Tumbuh rambut pubik atau bulu kapok disekitar kemaluan dan ketiak

2.     Bertambah besar buah dada

3.     Bertambah besar pinggul

1.   Tumbuh rambut pubik atau bulu kapok disekitar kemaluan dan ketiak

2.   Terjadi perubahan suara

3.   Tumbuh kumis

4.   Tumbuh gondok laki (jakun)

 

  1. Tugas Perkembangan Remaja

Hurlock (1981) menyebut tugas-tugas perkembangan ini sebagai social expectations. Dalam arti, setiap kelompok budaya mengharapkan anggotanya menguasai keterampilan tertentu yang penting dan memperoleh pola perilaku yang disetujui bagi berbagai usia sepanjang rentang kehidupan. http://autoracingmania.blogspot.com/

Ada empat ciri-ciri utama yang harus diperhatikan dalam perkembangan kehidupan remaja, yaitu : http://autoracingmania.blogspot.com/

  1. Adanya kesadaran akan adanya perubahan-perubahan dalam kenyataan dirinya sebagai makhluk biologis, terutama adanya perubahan-perubahan pada bentuk tubuh sebagai akibat dari fisiologis karena bekerjanya kelenjar-kelenjar tertentu menjadi lebih aktif
  2. Sejak masa anak sekolah sampai tiba pada masa remaja, si anak yang menjadi remaja merasakan adanya keterkaitan kepada teman kelompok sebaya dalam lingkup
  3. Timbulnya dorongan untuk mencapai kebebasan pribadi dalam usaha memantapkan status dirinya dalam lingkungan hidupnya sebagai individu yang berdiri sendiri (a separate self).
  4. Adanya keinginan remaja untuk memantapkan filsafat hidupnya dan pola tertentu berdasarkan kesatuan norma kehidupan yang dianutnya, yang akan dijadikan pedoman di dalam ia bertingkahlaku dalam perkembangan sebagai manusia dewasa. http://autoracingmania.blogspot.com/
  5. Perkembangan Seksual Remaja http://autoracingmania.blogspot.com/

Pada masa remaja terdapat beberapa perubahan fisik yan cukup signifikan mempengaruhi kehidupan seksualnya. Kematangan organ-organ seksual dan perubahan-perubahan hormonal mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual dalam diri remaja. Dorongan seksual remaja ini sangat tinggi, dan bahkan lebih tinggi dari dorongan seksual orang dewasa. Sebagai anak muda yang belum memiliki pengalaman tentang seksual,tidak jarang doronga-dorongan seksual ini menimbukan ketegangan fisik dan psikis. Pada kehidupan psikologis remaja, perkembangan organ seksual mempunyai pengaruh kuat dalam minat remaja terhadap lawan jenis. Terjadinya peningkatan perhatian remaja terhadap lawan jenis sangat dipengaruhi oleh faktor perubahan-perubahan fisik selama periode pubertas (Santrock, 2007). http://autoracingmania.blogspot.com/

 

 

 

 

  1. Perilaku Seksual Remaja
  2. Pengertian Perilaku Seksual

Menurut Sarwono (2003), perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik yang dilakukan sendiri, dengan lawan jenis maupun sesama jenis tanpa adanya ikatan pernikahan menurut agama. Menurut Stuart dan Sundeen (1999), perilaku seksual yang sehat dan adaptif dilakukan ditempat pribadi dalam ikatan yang sah menurut hukum.

Menurut Irawati (2002) remaja melakukan berbagai macam perilaku seksual beresiko yang terdiri atas tahapan-tahapan tertentu yaitu dimulai dari berpegangan tangan, cium kering, cium basah, berpelukan, memegang atau meraba bagian sensitif, petting, oral sex, dan bersenggama (sexual intercourse). Perilaku seksual pranikah pada remaja ini pada akhirnya dapat mengakibatkan berbagai dampak yang merugikan remaja itu sendiri.

  1. Perilaku Seksual Sehat

Perilaku seksual sehat merupakan tujuan dari perkembangan seksualitas seseorang.Adapun yang dimaksud dengan sehat menurut Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) adalah sehat secara fisik,psikologisdan social (Imran,1999:44).Penjabarannya adalah sebagai berikut.

  1. Sehat secara Fisik antara lain :
  • Tidak tertular penyakit
  • Tidak menyebabka kehamilan sebelum menikah
  • Tidak menyakiti dan merusak kesehatan orang lain

 

  1. Sehat secara psikis meliputi :
  • Memiliki integrasi yang kuat/memiliki kesesuaian antara nilai sikap dan perilaku
  • Memiliki kepercayaan diri
  • Menguasai informasi tentang kesehatan reproduksi
  • Mampu mengambil keputusan perilaku dengan mempertimbangkan segala resiko yang muncul
  • Mampu berkomunikasi dengan baik
  1. Sehat secara social meliputi :
  • Mampu mempertimbangkan nilai-nilai social yang ada disekitarnya dalam menampilakan perilaku tertentu (agaman,budaya,social)
  • Mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan nilai, norma,dari keyakinan yang dianut
  • Menunjukan penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain
  • Mempu mengendalikan dan mengontrol diri
  • Mampu mempertahankan diri dari pengaruh teman sebaya atau pacar dari hal-hal yang negative
  • Memahami konsekuensi tingkah laku dan siap menerima seriko tingkah laku yang dijalani

 

 

 

  1. Faktor-faktor Penyebab Munculnya Perilaku Seksual Pada Remaja

Faktor yang berperan dalam munculnya permasalahan seksual pada remaja adalah sebagai berikut (Nugroho, 2002) (http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/106/jtptunimus-gdl-nugrohopuj-5291-2-babii.pdf) :

  1. Perubahan-perubahan hormonal yang meningkatkan hasrat seksual Peningkatan hormon ini menyebabkan remaja membutuhkan penyaluran dalam bentuk tingkah laku tertentu.
  2. Norma-norma agama yang berlaku, dimana seseorang dilarang untuk melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Untuk remaja yang tidak dapat menahan diri memiliki kecenderungan untuk melanggar hal-hal tersebut.
  3. Kecenderungan pelanggaran makin meningkat karena adanya penyebaran informasi dan rangsangan melalui media masa yang 16 dengan teknologi yang canggih (contoh: VCD, buku stensilan, Photo, majalah, internet, dan lain-lain) menjadi tidak terbendung lagi. Remaja yang sedang dalam periode ingin tahu dan ingin mencoba, akan meniru apa dilihat atau didengar dari media massa, karena pada umumnya mereka belum pernah mengetahui masalah seksual secara lengkap dari orangtuanya.
  4. Orangtua sendiri, baik karena ketidaktahuannya maupun karena sikapnya yang masih mentabukan pembicaraan mengenai seks dengan anak, menjadikan mereka tidak terbuka pada anak, bahkan cenderung membuat jarak dengan anak dalam masalah ini.
  5. Adanya kecenderungan yang makin bebas antara pria dan wanita dalam masyarakat, sebagai akibat berkembangnya peran dan  pendidikan wanita, sehingga kedudukan wanita semakin sejajar  dengan pria

 

  1. Konseling Realitas

Pendekatan ini menekankan bahwa “Semua perilaku dihasilkan dalam diri mereka sendiri untuk memenuhi satu tujuan atau lebih kebutuhan dasar” (Glasser,dalam Corey 2009). Tidak sama dengan teori bantuan yang lain, Glasser mengklaim bahwa perilaku bukanlah reaksi terhadap peristiwa di luar, tetapi lebih pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan internal. Empat kebutuhan dasar psikologis manusia menurut teori realitas yaitu : rasa memiliki (belonging), kekuasaan (power), kebebasan (fredoom), dan kegembiraan (fun), yang berasal dari otak manusia yang “baru”. Ada juga suatu kebutuhan dasar fisiologis untuk kelangsungan hidup (survival), yang berasal dari otak manusia “lama” (Glasser dalam Corey,2009).

Konseling realitas adalah suatu sistem yang difokuskan pada tingkah laku sekarang. Konselor sebagai guru dan model serta mengonfrontasikan konseli dengan cara-cara yang bisa membantu konseli menghadapi kenyataan dan memenuhi kebutuhan dasar tanpa merugikan dirinya sendiri ataupun orang lain. (Gerald Corey,2009).

Advertisements